LAPORAN KARYA ILMIAH REMAJA (Pengaruh Tawas Terhadap Air)

KATA PENGANTAR

 

        Puji serta syukur senantiasa tercurahkan kepada kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan karunia-NYA kami telah menyelesaikan Laporan Hasil Praktikum Karya Ilmiah Remaja (KIR) ini. Laporan ini dibuat untuk mengetahui hasil uji coba yang telah dilakukan sebelumnya.

 

            Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan Laporan Hasil Uji Coba ini. Untuk Itu Kami mengharapkan Kritik dan sarannya untuk kesempurnaan Laporan Hasil Uji Coba ini.

 

 

 

 

Sukatani, 02 Februari 2011

 

 

 

  Penyusun

 

 

                 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                                                

 

 

 

Daftar Isi :

 

 

Bab I Pendahuluan

1.1     Latar Belakang

1.2     Rumusan Masalah

         1.3    Kegunaan Uji Coba

         1.4    Hipotesis

 

Bab II Kajian Teori

 

Bab III Hasil Uji Coba

 

Bab VI Penutup

         4.1    Kesimpulan

         4.2    Saran

         4.3    Lampiran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab I Pendahuluan

 

 

 

1.          Latar Belakang

 

               Pencemaran air saat ini sudah sangat memprihatinkan. Banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa, limbah dari rumah tangga, pabrik, dan industri telah menyumbangkan pencemaran air. Limbah yang berasal dari rumah tangga antara lain bersumber dari detergent, sampah sisa makanan dll. Yang paling parah adalah limbah dari pabrik dan industri. Jika tidak diolah terlebih dahulu, dampaknya sangat buruk terhadap air. Banyak kasus pencemaran air yang bisa berakibat keracunan hingga kematian.

               Secara umum bahan pencemar air dapat dikelompokkan dalam 3 jenis yaitu biologis, kimia dan fisik. Pencemaran ini sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan. Kita sering mendengar berita adanya keracunan dan kematian karena air yang tercemar ini. Efek yang paling ringan adalah penyakit kulit. Gejala yang lain adalah gangguan pada ginjal, kanker, saraf pusat dll. Berikut adalah berbagai bahan pencemar air dan efeknya terhadap kesehatan :

 

  • Biologis: bakteri dan virus.

Efek kesehatan: mual, muntaber,pusing dan gangguan pencernaan.

  • Kimiawi: limbah pabrik, racun pestisida, racun herbisida, getah, detergent
    Efek kesehatan: penyakit ginjal, gangguan sistem saraf pusat, kanker, hepatitis, rusaknya sel darah merah, gangguan pembuangan air seni, terganggunya sistem penceranaan dan metabolisme.
  • Fisik: asbestos, plastik, kaleng, sampah organik, besi.

Efek kesehatan: kanker, penyakit kulit (panu, kadas, gatal, bisul dll), keracunan, gangguan sistem saraf pusat, ginjal dan sistem.

 

               Sangat berbahaya jika kita tidak menyadari bahaya dari bahan pencemar air tersebut. Sudah saatnya kita memperhatikan bahan pencemar air dengan pengolahan air sebaik mungkin agar air disekitar kita tetap terjaga.

 

 

2.          Rumusan Masalah

       Dalam Uji Coba inisebelum membahas tentang pencemaran air kita bicarakan terlebih dahulu apakah pencemaran lingkungan itu? Menurut UU Republik Indonesia No 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang dimaksud dengan pencemaran lingkungan hidup yaitu; masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup, oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Demikian pula dengan lingkungan air yang dapat pula tercemar karena masuknya atau dimasukannya mahluk hidup atau zat yang membahayakan bagi kesehatan. Air dikatakan tercemar apabila kualitasnya turun sampai ke tingkat yang membahayakan sehingga air tidak bisa digunakan sesuai peruntukannya.  

 

3.          Kegunaan Uji Coba

       Banyak manfaat yang kita rasakan pada uji coba ini yaitu :

  • Mengubah air keruh menjadi jernih.
  • Mengetahui pengaruh tawas terhadap air.
    • Mengurangi pencemaran air dilingkungan sekitar dengan mengelolahnya   menjadi air yang jernih.
    • Mengetahui tingkat keasaman pada air limbah rumah tangga & air keruh.

 

4.          Hipotesis

              Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan.

Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran. Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut ;

  1. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
  2. Tidak mengotori permukaan tanah.
  3. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
  4. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
  5. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
  6. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
  7. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.

Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang.

Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus.

Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.

Berikut ini adalah pengelolaan limbah rumah tangga untuk limbah cair, padat dan gas.

  1. Pengelolaan air limbah kakus I.
  2. Pengelolaan air limbah kakus II.
  3. Pengelolaan air limbah cucian.
  4. Pembuatan saluran bekas mandi dan cuci.
  5. Pengelolaan sampah.
  6. Pengelolaan limbah industri rumah tangga.
  7. Pengelolaan air limbah rumah tangga I
  8. Pengelolaan air limbah rumah tangga II
  9. Pengelolaan air limbah

Bab II Kajian Teori

 

            Tawas/Alum adalah sejenis koagulan dengan rumus kimia Al2S04 11 H2O atau 14 H2O atau 18 H2O umumnya yang digunakan adalah 18 H2O. Semakin banyak ikatan molekul hidrat maka semakin banyak ion lawan yang nantinya akan ditangkap akan tetapi umumnya tidak stabil. Pada pH 7 terbentuk Al ( OH )-4. Flok –flok Al ( OH )3 mengendap berwarna putih. TAWAS adalah senyawa kimia berupa garam sulfat yang memiliki banyak sekali ragamnya salah satunya yang paling populer adalah Aluminum Sulfat yang banyak digunakan oleh PDAM untuk memproses air sungai menjadi ari bersih (oleh karena itu disebut juga dengan nama populer Alum). istilah Kaporit digunakan untuk mematikan bakteri pada air.

Jenis tawas lainnya adalah seperti Tawas Natrium untuk bahan pengembang roti, Tawas Kalium untuk pengolah limbah, Tawas Besi untuk penyamakan kulit dan bahan pewarna.

Kembali kepada kebutuhan sehari-hari, anda dapat temui bongkahan tawas dicemplungkan ke sumur pompa untuk membuat air jadi jernih. Ibu kamu yang gemar memasak juga kadang menggunakan Tawas pada air rebusan untuk membuat mie dan baso. dan juga untuk penghilang bau pada masakan rebung (kuncup bambu).

Tawas juga digunakan untuk bahan dasar deodorant atau juga dioleskan langsung pada ketiak untuk menghindari bau badan. Dan masih banyak lagi kegunaan tawas lainnya.

 

Air (H2O) merupakan bahan esensial dan sangat penting bagi semua makhluk hidup terutama bagi kehidupan manusia. Beragam aktifitas manusia senantiasa berhubungan dengan air. Sebut saja seperti mencuci, mandi, minum, dan sebagainya. Semua membutuhkan keberadaan air. Dengan air ini (sebagai pelarut campuran semen dan pasir) juga bangunan dapat berdiri kokoh. Apa jadinya kalau campuran semen dan pasir ini tanpa kehadiran air. Tentu semen dan pasir itu tidak bisa bersenyawa dengan baik. Dengan air ini pulalah tumbuh-tumbuhan dapat mengambil manfaatnya sehingga menghasilkan buah yang enak dan pemandangan hijau yang menyejukkan mata. Dengan air, hewan-hewan dapat mengambil manfaatnya dan keluarlah air susu yang berguna bagi kesehatan manusia. Hewan laut (seperti ikan) tidak akan bisa hidup tanpa keberadaan air.

Dalam sebuah molekul air, dua atom hidrogen terikat secara kovalen pada satu atom  oksigen. Tapi karena atom oksigen lebih besar daripada atom hidrogen, maka tarikannya pada elektron-elektron hidrogen jauh lebih besar. Dengan begitu elektron-elektron tertarik mendekati kerangka atom oksigen yang lebih besar dan menjauhi kerangka hidrogen. Ini berarti meski molekul air secara keseluruhan bersifat stabil, tapi massa inti oksigen yang lebih besar cenderung menarik semua elektron dalam molekul (termasuk juga elektron-elektron hidrogen yang dipakai bersama) sekaligus memberikan sedikit muatan elektronegatif kepada bagian beroksigen disebuah molekul.
            Karena elektron di atom hidrogen lebih dekat dengan atom oksigen maka atom hidrogen membawa muatan elektropositif dalam jumlah yang kecil. Ini berarti molekul air punya kecenderungan membentuk ikatan yang lemah dengan molekul air yang lain sebab ujung oksigennya molekul bersifat negatif dan ujung hidrogen bersifat positif. Sebuah atom hidrogen yang masih terikat secara kovalen dengan oksigen di molekulnya sendiri mampu membentuk ikatan yang lemah dengan oksigen di molekul lainnya. Hal yang sama juga berlaku bagi ujung oksigen sebuah molekul yang mampu membentuk ikatan yang lemah dengan ujung-ujung hidrogennya molekul yang lain. Karena molekul air memiliki polaritas ini, air merupakan sebuah entitas kimiawi yang berkesinambungan. Ikatan-ikatan yang lemah ini memainkan perana.

 

 

 

Bab III Hasil Uji Coba

  • Alat & Bahan

1.      Botol Aqua Ukuran 2 Liter.

2.      Kapas.

3.      Sapu Ijuk.

4.      Air Libah Rumah Tangga.

5.      Air Sungai.

6.      Batu Koral / Kerikil

7.      Pasir

8.      Cuter

9.      Tawas

10.  3 gelas kimia

  • Cara kerja (Pembuatan penyaringan air)

1.      Potong ujung botol aqua dengan pisau cuter.

2.      Masukan kapas kedalam botol aqua hingga lubang tutup aqua tertutup rapat.

3.      Kemudian, masukkan pasir kealam botol.

4.      Lalu masukkan batu koral kedalam botol.

5.      Terakhir, masukan sapu ijuk kedalam botol aqua secukupnya.

  • Proses penyaringan atau penjernihan air.

1.      Sediakan gelas kimia untuk penyulingan air.

2.      Masukkan air limbah rumah tanggga / air sungai kedalam penyaringan dan di bawahnya sediakan tempat penampungan air / gelas kimia sebagai proses hasil penyaringan.

3.      Lakukan proses penyaringan hingga 3 kali atau sampai air terlihat jernih.

4.      Setelah disaring, masukkan tawas kedalam air yang sudah jernih / yang sudah disaring.

5.      Kemudian bandingkan proses penyulingan air yang menggunakan tawas & tidak menggunakan tawas.

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat dilihat bahwa :

Jenis Air

Penyaringan

Tawas

Hasil / Kadar Air

Ket

Keruh

Agak Keruh

Bening

Air Limbah Rumah Tangga

1x Penyaringan

Tidak menggunakan tawas

 

 

 

 

Air Limbah Rumah Tangga

2x Penyaringan

Tidak menggunakan tawas

 

 

 

 

Air Limbah Rumah Tangga

3x Penyaringan

Tidak menggunakan tawas

 

 

 

 

Air Limbah Rumah Tangga

3x Penyaringan

Menggunakan tawas

 

 

 

air berubah pucat dan bau.

Air Limbah Rumah Tangga

Tanpa penyaringan

Menggunakan tawas

 

 

 

Air berubah pucat dan bau

Air Sungai

1x Penyaringan

Tidak menguunakan tawas

 

 

 

 

Air Sungai

2x Penyaringan

Tidak menguunakan tawas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari uji coba yang kami lakukan dapat kita simpulkan bahwa Air merupakan pelarut yang baik, sehingga air di alam tidak pernah murni akan tetapi selalu mengandung berbagai zat terlarut maupun zat tidak terlarut serta mengandung mikroorganisme atau jasad renik.Apabila kandungan berbagai zat maupun mikroorganisme yang terdapat di dalam air melebihi ambang batas yang diperbolehkan, kualitas air akan terganggu, sehingga tidak bisa digunakan untuk berbagai keperluan baik untuk air minum, mandi, mencuci atau keperluan lainya. Air yang terganggu kualitasnya ini dikatakan sebagai air yang tercemar.

 

4.2 Saran

            Apabila air sudah terlihat jernih jangan ditambahkan dengan tawas karena apabila ditambahkan dengan tawas air terlihat keruh.

 

4.3 Lampiran

  • Alat & Bahan

                                                                                                          

 

 

 

 

 

 

 

Air Sungai                                       Air Limbah

                                                                                   Rumah Tangga      

 

 

 

 

                           

 

 

Kapas                                                         Batu Kerikil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sapu Ijuk                                                  Pasir

 

 

 

 

 

 

 

                                                                       

 

 

 

                                                                                            

 

 

Tawas                                               Alat & Bahan

 

 

 

 

 

  • Proses & Hasil Uji Coba (Air Limbah Rumah Tangga)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

         Air Limbah Rumah Tangga

 

 

   
   
 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

        Penyaringan 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

            Penyaringan 2

 

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       Penyaringan 3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Proses & Hasil Uji Coba (Air Sungai)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                 

                                                                               

           Air Sungai

 

 
   

 

 

 

 

 

 

 

                                                                                               

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

              Penyaringan 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                                                                             

                                                                                        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

          Penyaringan 2

 

 

 

 

 

 

 

About these ads
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Post navigation

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 764 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: