pengaruh pH terhadap kecepatan pertumbuhan kacang hijau

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.      Latar Belakang Masalah

      Salah satu sifat makhluk hidup adalah melakukan pertumbuhan dan perkembangan seperti  tumbuhan, selain ia membutuhkan cahaya, air, tumbuhan juga membutuhkan kadar pH untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangan. Selain banyak kandungan pH semakin subur tumbuhan itu. Kita sebagai makhluk hidup perlu belajar untuk mengetahui peranan pH terhadap perkembangan tumbuhan.

 

  1. B.      Rumusan masalah

“Adakah pengaruh pH terhadap kecepatan pertumbuhan kacang hijau”.

 

  1. C.      Tujuan Penelitian
    1. Untuk mengetahui adakah pengaruh pH terhadap kecepatan pertumbuhan kacang hijau.
    2. Untuk mengetahui jangka waktu tumbuh kecambah kacang hijau

 

  1. D.      Manfaat  Penelitian
    1. Menambah pengetahuan dan wawasan mengenai perkembangan kecambang kacang hijau.
    2. Dapat menghasilkan penemuan-penemuan baru yang bermanfaat.
    3. Sebagai masukan sederhana dalam perkembangan teknologi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A . kajian Teori

Pada umumnya reaksi tanah baik tanah gambut maupun tanah mineral menunjukkan sifat kemasaman atau alkalinitas tanah yang dinyatakan dengan nilai pH.Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion Hidrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H+ dan ion‑ion lain ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya sebanding dengan banyaknya H+. Pada tanah‑tanah masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-.Sedangkan pada tanah alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+. Bila kandungan H+ sama dengan OH- maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH 7.

Bila tanah terlalu asam atau terlalu basa maka tanaman akan tumbuh kurang sempurna sekalipun masih bisa tumbuh dan menghasilkan buah. Memang ada beberapa tanaman tertentu yang senang di tanah asam ataupun basa.Ketersediaan unsur hara makro di dalam tanah ini sedikit sedangkan hara mikro seperti Besi dan Aluminium tinggi.Hal ini mengakibatkan tanaman kekurangan hara dan keracunan.

Salah satu upaya yang ditempuh dalam upaya meningkatkan dan memperbaiki lahan masam adalah dengan menurunkan keasaman dan meningkatkan kejenuhan basa yang diperoleh dengan pemberian kapur serta pemupukan.Dengan adanya peningkatan kejenuhan basa, maka pH tanah naik dan unsur hara relatif lebih mudah tersedia.
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengatahui lebih jauh mengenai pengertian reaksi tanah, faktor yang mempengaruhi kemasaman, sifat kemasaman tanah, menentukan kemasaman tanah dan pengapuran.

 

PengertianReaksiTanah

Reaksi tanah merupakan suatu istilah yang digunakan untuk menyatakan reaksi asam atau basa dalam tanah. Sejumlah proses dalam tanah dipengaruhi oleh reaksi tanah dan biokimia tanah yang berlansung spesifik. Pengaruh lansung terhadap laju dekomposisi mineral tanah dan bahan organik, pembentukan mineral lempung bahkan pertumbuhan tanaman.Pengaruh tidak lansungnya terhadap kelarutan dan ketersediaan hara tanaman.sebagai contoh perubahan konsentrasi fosfat dengan perubahan pH tanah. Konsentrasi ion H+ yang tinggi bisa meracun bagi tanaman.

Secara teoritis, angka pH berkisar antara 1 sampai 14.Angka satu berarti kepekatan ion hidrogen di dalam tanah ada 10 ‑ 1 atau 1/10 gmol/l. Tanah pada kepekatan ini sangat asam.Sementara angka 14 berarti kepekatan ion hidrogennya 10‑14 gmol/l. Tanah pada angka kepekatan ini sangat basa.

Tanah‑tanah yang ada di Indonesia sangat bervariasi tingkat keasamannya.Ada tanah yang masam seperti Podsolik Merah Kuning, dan latosol Tanah yang alkalis seperti Mediteran Merah Kuning dan Grumosol.Bagi tanah – ­tanah yang bereaksi masam, seringkali tidak atau kurang sesuai bagi pertumbuhan tanaman.Oleh karena itu pada tanah‑tanah demikian sering dilakukankan pengapuran (liming).bahan- bahan yang digunakan untuk menaikkan pH tanah yang bereaksi masam menjadi mendekati netral dengan harga pH sekitar 6,5.

Faktor Yang Mempengaruhi Kemasaman

Keasaman tanah ditentukan oleh kadar atau kepekatan ion hidrogen di dalarn tanah tersebut. Bila kepekatan ion hidrogen di dalam tanah terlalu tinggi maka tanah akan bereaksi asam. Sebaliknya, bila kepekatan ion hidrogen terIalu rendah maka tanah akan bereaksi basa. Pada kondisi ini kadar kation OH‑ lebih tinggi dari ion H+.
Tanah masam adalah tanah dengan pH rendah karena kandungan H+ yang tinggi.Pada tanah masam lahan kering banyak ditemukan ion Al3+ yang bersifat masam karena dengan air ion tersebut dapat menghasilkan H+. Dalarn keadaan tertentu, yaitu apabila tercapai kcjenuhan ion Al3+ tertentu, terdapat juga ion Al-hidroksida dengan cara sebagai berikut :
Al3+ + 3H2O —– Al(OH)2+ + H+

Al3+ + OH- —– Al(OH)2+

dengan demikian dapat menimbulkan variasi kemasaman tanah.

Di daerah rawa‑tawa, tanah masam umumnya disebabkan oleh kandungan asam sulfat yang tinggi.Di daerah ini sering ditemukan tanah sulfat masam karena mengandung, lapisan cat clay yang menjadi sangat masarn bila rawa dikeringkan akibat sulfida menjadi sulfat.
Kebanyakan partikel lempung berinteraksi dengan ion H+.Lempung jenuh hidrogen mengalami dekomposisi spontan.Ion hidrogen menerobos lapisan oktahedral dan menggantikan atom Al. Aluminium yang dilepaskan kemudian dijerap oleh kompleks lempung dan suatu kompleks lempung-Al‑H terbentuk dengan cepat ion. Al3+ dapat terhidrolisis dan menghasilkan ion H+:

H
lempung – Al3+ + 3H2O —- Al(OH)3 + H– lempung – = H+

H
Reaksi tersebut menyumbang pada peningkatan konsentrasi ion H+ dalam tanah.
Sumber keasaman atau yang berperan dalam menentukan keasaman pada tanah gambut adalah pirit (senyawa sulfur) dan asam‑asam organik.Tingkat keasaman gambut mempunyai kisaran yang sangat lebar.Keasaman tanah gambut cendrung semakin tinggi jika gambut semakin tebal.Asam‑asam organik yang tanah gambut terdiri dari atas asam humat, asam fulvat, dan asam humin. Pengaruh pirit yaitu pada oksida pirit yang akan menimbulkan keasaman tanah hingga mencapai pH 2 ‑ 3. Pada keadaan ini hampir tidak ada tanaman budidaya yang dapat tumbuh baik.Selain menjadi penghambat pertumbuhan tanaman, pirit menyebabkan terjadinya karatan (corrosion) sehingga mempercepat kerusakan alat‑alat pertanian yang terbuat dari logam.

Sifat Kemasaman Tanah

Terdapat dua jenis reaksi tanah atau kemasaman tanah, yakni kernasaman (reaksi tanah) aktif dan potensial.Reaksi tanah aktif ialah yang diukurnya konsentrasi hidrogen yang terdapat bebas dalam larutan tanah.Reaksi tanah inilah yang diukur pada pemakaiannya sehari‑hari. Reaksi tanah potensial ialah banyaknya kadar hidrogen dapat tukar baik yang terjerap oleh kompleks koloid tanah maupun yang terdapat dalam larutan.
Sejumlah senyawa menyumbang pada pengembangan reaksi tanah yang asam atau basa. Asam‑asam organik dan anorganik, yang dihasilkan oleh penguraian bahan organik tanah , merupakan konstituen tanah yang umum dapat mempengaruhi kemasaman tanah. Respirasi akar tanaman menghasilkan C02 yang akan membentuk H2CO3 dalam air. Air merupakan sumber lain dari sejumlah kecil ion H+. Suatu bagian yang besar dari ion‑ion H+ yang dapat dipertukarkan

H
H—Lempung = H+

H
Ion‑ion H+ tertukarkan tersebut berdisosiasi menjadi ion‑ion H+ bebas.Dcrajat ionisasi dan disosiasi ke dalam larutan tanah menentukan khuluk kemasaman tanah.Ion‑ion H+ yang dapat dipertukarkan merupakan penyebab terbentuknya kemasaman tanah potensial atau cadangan.Besaran dari kemasaman potensial ini dapat ditentukan dengan titrasi tanah.Ion‑ion H+ bebas menciptakan kemasaman aktif.Kemasaman aktif diukur dan dinyatakan sebagai pH tanah.Tipe kemasaman inilah yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Menentukan Kemasaman Tanah

Ada beberapa alat ukur reaksi tanah yang dapat digunakan.Alat yang murah ialah kertas lakmus yang bentuknya berupa gulungan kertas kecil memanjang. Alat lain yang harganya sedikit mahal tetapi dapat dipakai berulang kali dengan hasil pengukuran lebih terjamin adalah pH tester dan soil tester.

Pemakaian kertas lakmus sangat mudah, caranya yaitu : mengambil tanah lapisan dalam, lalu larutkan dengan air murni (aquadest) dalam wadah. Biarkan tanahnya terendam di dasar wadah sehingga airnya menjadi bening kembali. Setelah bening, air tersebut dipindahkan ke wadah lain secara hati‑hati agar tidak keruh. Selanjutnya, ambil sedikit kertas lakmus dan celupkan ka dalam air tersebut. Dalam beberapa saat kertas lakmus akan berubah warna. Cocokan warna pada kertas lakmus dengan skala yang ada pada kemasan kertas lakmus.Skala tersebut telah dilengkapi dengan angka pH masing‑masing Warna.Angka pH tanah tersebut adalah angka dari warna pada kemasan yang cocok dengan warna kertas lakmus Misalnya, angka yang cocok adalah 6 maka pH‑nya 6.

Pemakaian soil tester untuk mendapat pH tanah agak berbeda dengan kertas lakmus.Bentuknya seperti pahat dan berukuran pendek.Oleh karena berbentuk padatan, ada bagian yang runcing.Bagian runcing inilah yang ditancapkan ke tanah hingga pada batas yang dianjurkan. Setelah ditancapkan, sekitar tiga menit kernudian jarum skala yang terletak di bagian atas alat ini akan bergerak. Angka yang ditunjukkan jarum tersebut merupakan pH dari tanah tersebut.

Pemakaian pH tester lebih sederhana dan soil tester penggunaannya untuk megukur nilai pH tanah di lahan yang tidak terlalu luas, sekitar 1‑2 ha. Walaupun demikian, alat ini masih bisa diandalkan.Bagian yang menunjukkan angka pH berbentuk kotak dengan jarum penunjuk angka.Bagian kotak tersebut dihubungkan dengan besi sepanjang 25 cm yang ujungnya runcing dan dilapisi logam elektroda.Besi inilah vang ditancapkan ke tanah.Jumlah besi bisa 1‑2 buah.

Penetapan pH tanah sekarang ini dilakukan dengan elektroda kaca.Elektroda ini terdiri dari suatu bola kaca tipis yang berisi HCL.encer, dan di dalamnya disisipkan kawat Ag‑AgCl, yang berfungsi sebagai elektrodanya dengan tegangan (voltase) tetap. Pada waktu bola kaca tersebut itu dicelupkan ke dalam suatu larutan, timbul suatu perbedaan antara larutan di dalam bola dan larutan tanah di luar bola kaca. Sebelum pengukuran pH dilakukan, kedua elektroda pertama‑tama harus dimasukkan ke dalam suatu larutan yang diketahui pH‑nya (misalnya konsentrasi ion H+ = 1 g/L). Kegiatan ini disebut pembakuan elektroda dan petunjuk pH (pH meter).

Dalam pengukuran pH, elektroda acuan dan elektroda indikator dicelupkan ke dalam suspensi tanah yang heterogen yang terdiri atas partikel‑partikel padat terdispersi dalam suatu larutan aquadest.Jika partikel‑partikel padat dibiarkan mengendap, pH dapat diukur dalam cairan supernatant atau dalam endapan (sedimen).Penempatan pasangan elektroda dalam supernatant biasanya memberikan bacaan pH yang lebih tinggi dari pada penempatan dalam sedimen.Perbedaan dalam bacaan pH ini disebut pengaruh suspensi. Pengadukan suspensi tanah sebelum pengukuran tidak akan memecahkan masalah tersebut, karena prosedur ini memberikan bacaan yang tidak stabil.

Kesimpulan
            Reaksi tanah menunjukkan keasaman dan kebasaan tanah dan dinyatakan sebagai pH. Keasaman tanah ditentukan oleh kadar atau kepekatan ion hidrogen yang beredar di dalam tanah tersebut. Bila kepekatan ion hidrogen (H+ ) di dalam tanah tinggi maka tanah disebut asam Sebaliknya, bila kepekatan ion hidrogen terlalu rendah maka tanali disebut basa. Pada kondisi ini kadar kation OH‑ lebih tinggi dari H+.

Reaksi tanah dibedakan menjadi kemasaman (reaksi tanah) aktif dan potensial.Reaksi tanah aktif ialah yang diukurnya konsentrasi hidrogen yang terdapat bebas dalam larutan tanah. Reaksi tanah potensial ialah banyaknya kadar hidrogen dapat tukar baik yang terjerap oleh kompleks koloid tanah maupun yang terdapat dalarn larutan.
Tanah masam karena kandungan H+ yang tinggi dan banyak ion AL3+ yang bersifat masam karena dengan air ion tersebut dapat menghasilkan H+.Di daerah rawa‑rawa atau tanah gambut, tanah masam umumnya disebabkan oleh kandungan asam sulfat yang tinggi.
Pengapuran merupakan salah satu cara untuk memperbaiki tanah yang bereaksi asam atau basa. Tujuan dari pengapuran adalah untuk menaikkan pH tanah sehingga karenanya unsur‑unsur hara menjadi lebih tersedia, memperbaiki struktur tanahnya sehingga kehidupan organisme dalam tanah lebih giat, dan menurunkan kelarutan zat‑zat yang sifatnya meracuni tanaman dan unsur lain tidak banyak terbuang.

 

B. kajian dan hasil-hasil penelitian

    Terlampir

C. Rumusan Hipotesis

    pH  dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan batang pada kacang hijau.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

 

  1. Variabel dan Definisi Operasional Variabel

-          Variabel Terikat                                        :  pertumbuhan kacang hijau

-          Definisi Operasional  Variabel             :  Batang merupakan suatu penyokong pada        

tumbuhan agar menjadi tegak dan kuat

-          Variabel Bebas                                          :  pH

-          Definisi Operasional Variabel              :  pH adalah tingkat keasaman

-          Variabel kontrol                                        :  air, media tanam , biji kacang hijau dan kadar Ph

 

  1. Rancangan Penelitian

1.       Persiapan

Sebelum melakukan tahap ini kita harus sudah menentukan tema / objek yang akan diteliti dan setelah itu kita harus mempersiapkan alat – alat dan bahan – bahan yang diperlukan untuk melakukan penelitian. Berikut adalah persiapan-persiapan yang harus dilakukan untuk melakukan penelitian tentang “Pengaruh pH terhadap pertumbuhan kecepatan kecambah kacang hijau”

v  Memilih biji kacang hijau yang berkualitas dan meyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mengadakan penelitian.

v  Menentukan waktu yang tetap untuk melakukan penelitian.

2.       Melakukan Peneliian

Setelah melakukan persiapan, selanjutnya kita sudah mulai dapat melakukan penelitian sesuai dengan prosedur pelaksanaan yang telah dibuat.

3.       Menulis Laporan

Dalam penulisan laporan harus benar-benar ditulis secara objektif/ jujur artinya dalam penulisan laporan harus sesuai dengan hasil penelitian dan tidak boleh asal-asalan agar penulisan laporan berjalan dengan baik.

 

  1. Sasaran Penelitian

ü  Populasi               : Kacang Hijau

ü  Alat Sampel        : 20 Buah biji kacang hijau

 

  1. Alat dan Bahan

ü  Biji kacang hijau (20 Buah)

ü  Asam

ü  2 Buah botol aqua gelas yang sudah diberi lebel A dan lebel B

ü  Kapas

 

  1. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

a)    Ambil 20 biji kacang hijau yang sudah dibersihkan. Kemudian masukan kedalam 2 buah gelas aqua yang telah diberi label A (yang diberikan asam) dan label B (tidak menggunakan asam) masing-masing gelas aqua dibagian dasarnya telah dilapisi kapas.

b)   Setelah itu masukan masing-masing 10 biji kacang hijau kedalam gelas aqua yang telah diberikan label A dan label B.

c)    Teteskan 5 tetes air secukupnya kedalam gelas aqua yang berisi biji kacang hijau pada label B dan juga teteskan asam yang telah dicairkan dengan air pada label A.

d)   Kemudian amati perkembangan biji kacang hijau dari hari ke 1 sampai hari ke 5.

 

  1. Rencana Analisis Data

Analisis data merupakan cara mengolah data penelitian sehingga membuktikan berlaku tidaknya hipotesis yang dilakukan.  Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah membandingkan antara hasil satu dengan yang lain.

 

  1. Rencana Analisis Data

Eksperimental

 

  1. Jadwal Penelitian

No

Nama Kegiatan

Hari 1

Hari 2

Hari 3

Hari 4

Hari 5

1

Menyiapkan alat dan bahan

ü   

 

 

 

 

2

Mekukan Penelitian

ü   

ü   

ü   

ü   

ü   

3

Menulis Laporan

 

 

 

 

ü   

 

 

 

TABEL PENGAMATAN

 

  1. Tabel pengamatan pertumbuhan kecambah yang diberi asam

 

Hari

Tinggi kecambah dalan centi meter (cm)

1.

-

2.

-

3.

-

4.

-

5.

-

6.

-

7.

-

 

 

 

  1. Tabel pengamatan pertumbuhan kecambahan yang tidak diberi asam

 

Hari

Tinggi kecambah dalan centi meter (cm)

1.

0,5 cm

2.

1 cm

3.

3,5 cm

4.

9,5 cm

5.

19,5 cm

6.

23 cm

7.

24 cm

 

 

 

 

 

 

About these ads
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 763 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: