Prestasi yang dicapai Generasi Muda Indonesia

Prestasi yang dicapai Generasi Muda Indonesia

      Jumlah penduduk Indonesia yang merupakan penduduk terbesar keempat di dunia,  memang belum sebanding dengan penemuan diberbagai bidang untuk kemaslahatan umat manusia.  Penemu dari Indonesia  masih terbilang sedikit, dan masih memerlukan dukungan pemerintah. Dalam hal ini pemerintah seharusnya memberikan dukungan dana terhadap penemuan-penemuan tersebut agar dapat dikembangkan dan dipublikasi lebih luas.

      Pada bidang teknologi dan ilmu pengetahuan orang Indonesia mulai unjuk gigi bersaing dengan ilmuan lain di dunia. Penemu Indonesia tidak hanya baru memulai unjuk gigi pada era modern saat ini, tapi telah sejak lama berkecimpung demi perkembangan teknologi dunia. Para penemu ini telah andil mengharumkan nama Indonesia dibidang teknologi dan ilmu pengetahuan.

Tulisan ini diharapkan dapat memberi semangat pada generasi muda Indonesia untuk terus berprestasi dalam mengembangkan potensi diri, bakat dan gagasan tentang ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat dunia.

Berikut ini merupakan prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh generasi muda Indonesia dalam berbagai bidang :

1. Penemuan Teknologi 4G

Khoirul lulusan Nara Institute of Science and Technology (NAIST) dan memperoleh gelar master di tahun 2005 serta doktor pada 2008. Ia juga penerima IEEE Best Student Paper Award of IEEE Radio and Wireless Symposium (RWS) 2006, di California.

Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM diawalinya dengan ide mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya kecepatan transmisi meningkat.

Pada paten keduanya, Khoirul Anwar kembali membuat dunia kagum, kali ini adalah menghapus sama sekali guard interval/GI, tentu saja ini malah membuat frekuensi yang berbeda akan bertabrakan, alih-alih menambah kecepatan.

Namun, anak Indonesia asli asal Kediri ini mengkompensasi risiko tersebut dengan mengembangkan algoritma khusus di laboratorium, hasilnya interferensi tersebut dapat diatasi dengan unjuk kerja yang sama seperti sistem biasa dengan adanya GI.

Asisten Professor di JAIST ini masih terus mengasah kemampuannya. Meski berprestasi cemerlang di Jepang, Khoirul Anwar menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia jika telah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.

2. Pembuatan Satelit INASAT-1

Prestasi Indonesia lainnya dibidang teknologi ialah dengan membangun dan mendesain satelit sendiri yakni satelit INASAT-1.  Satelit ini adalah Nano Hexagonal Satelit yang dibuat dan didesain sendiri oleh Indonesia untuk pertama kalinya.

Seperti dikutip dari Wikipedia.Org, INASAT-1 merupakan satelit metodologi penginderaan untuk memotret cuaca buatan LAPAN. Selain itu INASAT-1 adalah satelit Nano alias satelit yang menggunakan komponen elektronik berukuran kecil, dengan berat sekitar 10-15 kg. Satelit itu dirancang dengan misi untuk mengumpulkan data yang berhubungan erat dengan data lingkungan (berupa fluks magnet didefinisikan sebagai muatan ilmiah) maupun housekeeping yang digunakan untuk mempelajari dinamika gerak serta penampilan sistem satelit.

Adapun satelit itu dirancang bersama oleh PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), khususnya Pusat Teknologi Elektronika (Pustek) Dirgantara. Berbekal nota kesepakatan antara LAPAN, Dirgantara Indonesia, serta dukungan dana dari Riset Unggulan Kemandirian Kedirgantaraan 2003, maka dimulailah rancangan satelit Nano dengan nama Inasat-1 (Indonesia Nano Satelit-1).

Dari segi dinamika gerak akan diketahui melalui pemasangan sensor gyrorate tiga sumbu, sehingga dalam perjalanannya akan diketahui bagaimana perilaku geraknya. Penelitian dinamika gerak ini menjadi hal yang menarik untuk satelit-satelit ukuran Nano yang terbang dengan ketinggian antara 600-800 km.

3. Penemuan Pesawat Terbang dengan Two-Man Cockpit| Garuda Indonesian Airways A300 Pesawat Dua Cockpit Pertama di Dunia

Dulu, satu unit pesawat terbang harus dinavigasi oleh 3 sampai 4 orang pilot dan co-pilot. Namun, sejak adanya penemuan penyederhanaan cockpit, pesawat terbang  hanya perlu dipiloti oleh dua orang saja.  Wiweko Soepono yang dikenal sebagai penemu pesawat komersil  two-man cockpit yang diterapkan pabrik Airbus Industrie. Pesawat pertama kokpit dua awak (crew) adalah Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit), cikal bakal pesawat glass cockpit berawak dua yang digunakan hingga sekarang.

Mengutip tulisan Wikipedia.Org, pria kelahiran Blitar, Jawa Timur pada 18 Januari 1923 dan meninggal di Jakarta, 8 September 2000 pada umur 77 tahun ini dulunya adalah direktur utama Garuda Indonesia pada periode 1968-1984. Pesawat pertama kokpit dua awak (crew) di dunia adalah Airbus A300-B4 FFCC (Forward Facing Crew Cockpit).

Dalam perjalanannya sebagai direktur utama Garuda Indonesia, Wiweko sering menerbangkan pesawat armadanya sendiri. Pengalamannya menerbangkan pesawat mesin ganda baling-baling Beechcraft Super H-18 Desember 1965 trans-Pasifik seorang diri dari pabrik Beechcraft di Wichita (Kansas) via Oakland, Amerika Serikat (7 Desember) ke Jakarta sehingga Wiweko mengusulkan agar pesawat Super H-18 mempergunakan sistem intergrity untuk one pilot operation dan diterima oleh perusahaan Beechcraft.

Pengalaman inilah yang membuat dirinya bersama staf Airbus Industrie, eksekutif perusahaan Roger Beteille, pilot uji Pierre Baud, serta staf lainnya membuat konsep penerbangan dengan dua awak pesawat. Konsep ini dibuat setelah uji coba dengan pesawat Airbus Airbus A-300B-4 memperlihatkan peran flight engineer yang tidak terlalu banyak. Dengan mengeliminir flight engineer dan mengubah setting layout cockpit pesawat, maka diperoleh konsep FFCC (Forward Facing Crew Cockpit) yang memungkinkan pesawat kelas jumbo hanya diterbangkan oleh dua awak pesawat.

Konsep FFCC sangat ditentang pada saat itu, baik di dalam maupun di luar negeri. Namun kini konsep itu disempurnakan menjadi glass cockpit yang menjadi standar untuk pesawat sipil. Boeing yang semula menentang akhirnya menggunakan teknologi ini pada pesawat Boeing 747 400 dan Boeing 777. Nama glass cockpit juga dikenal sebagai Garuda cockpit yang sebelumnya dinamakan Wiweko cockpit.

Garuda Indonesia tercatat mengoperasikan 9 pesawat jenis ini (A 300 B4 FFCC), salah satunya jatuh di Sibolangit, Sumatera Utara pada tahun 1997. Pada akhirnya untuk menyehatkan keuangan perusahaan (dan mengikuti perkembangan teknologi), pesawat ini kemudian dijual untuk menyehatkan perusahaan meskipun menurut R.J. Salatun, setidaknya ada salah satu yang dijadikan museum.

 4. Penemuan Dibidang Semiconductor Nanostructure Optoelectronics Devices dan High Power Semiconductor Lasers

Prof. Nelson Tansu, Ph.D penemu dan pemegang paten dibidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.  Penemuan tersebut sangat membantu dunia kesehatan dan kedokteran. Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara pada tanggal 20 Oktober 1977 ini juga dikenal sebagai profesor termuda asal Indonesia di Amerika Serikat.

Nelson merupakan lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan pada tahun 1995 dan juga pernah menjadi finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI). Namanya yang unik dan tidak mencirikan nama Indonesia sempat dikira sebagai orang Turki dan Jepang. Dugaan itu muncul jika dikaitkan dengan hubungan famili Tansu Ciller, mantan perdana menteri (PM) Turki. Beberapa netters malah tidak segan-segan mencantumkan nama dan kiprah Nelson ke dalam blog/website Turki sebagai orang Turki. Seolah-olah mereka yakin betul bahwa fisikawan belia yang mulai berkibar di lingkaran akademisi AS itu memang berasal dari negerinya Kemal Ataturk.

Ada pula yang mengira bahwa Nelson adalah orang Asia Timur, tepatnya Jepang atau Tiongkok. Yang lebih seru, beberapa universitas di Jepang malah terang-terangan melamar Nelson dan meminta dia “kembali” mengajar di Jepang.

Nelson yang sekarang menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania dan mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3) dan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer.

Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya telah dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Ia juga sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, baik di berbagai kota di AS dan luar AS seperti Kanada, Eropa dan Asia. Prof Nelson telah memperoleh 11 penghargaan dan tiga hak paten atas penemuan risetnya.

Ada tiga penemuan ilmiahnya yang telah dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers. (sumber : kolombiografi.blogspot.com)

5. Penemuan Kapal Ikan Bersirip

Doktor dari The Graduate School of Marine Science and Engineering Nagasaki University, Jepang (1993), ini adalah penemu teknologi kapal ikan bersirip. Temuan pria bernama lengkap Prof. Dr. Ir. Alex Kawilarang Warouw Masengi, MSc kelahiran Desa Kinilou, Tomohon, 13 Juni 1958, ini sudah dipatenkan di Jepang.

Suami dari Ixchel Peibie Mandagie MSi (juga dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat), ini diilhami ikan terbang dalam menemukan teknologi perkapalan tersebut. Ikan itu dapat terbang jauh bagaikan pesawat udara yang melayang rendah di atas permukaan air laut.

Dia tertarik ketika mengamati bentuk tubuh dan sirip ikan terbang antoni (torani). Ikan itu dapat melayang di atas permukaan air laut. Tubuhnya terangkat melalui pergerakan sirip yang relatif panjang dan dorongan pergerakan tubuhnya sendiri. Pakar teknik perkapalan perikanan ini mengamati ikan antoni memiliki bentuk tubuh yang relatif unik, mulai dari kepala, badannya yang montok, pergelangan ekornya serta seluruh siripnya. Bentuk tubuh dan sifat-sifat khas ikan antoni itulah yang ia terapkan ke dalam desain badan kapal ikan, berikut pemasangan sirip pada bagian lambung kapal. Hasilnya, tingkat kestabilan kapal ikan relatif menjadi lebih tinggi apabila
dibandingkan dengan jenis kapal ikan lain. (sumber : TokohIndonesia.com)

6. Penemuan Konstruksi Pondasi Cakar Ayam

Prof Dr Ir Sedijatmo tahun 1961 ketika sebagai pejabat PLN harus mendirikan 7 menara listrik tegangan tinggi di daerah rawa-rawa Ancol Jakarta. Dengan susah payah, 2 menara berhasil didirikan dengan sistem pondasi konvensional, sedangkan sisa yang 5 lagi masih terbengkelai. Menara ini untuk menyalurkan listrik dan pusat tenaga listrik di Tanjung Priok ke Gelanggang Olah Raga Senayan dimana akan diselenggarakan pesta olah raga Asian Games 1962.

Karena waktunya sangat mendesak, sedangkan sistem pondasi konvensional sangat sukar diterapkan di rawa-rawa tersebut, maka dicarilah sistem baru ,Lahirlah ide Ir Sedijatmo untuk mendirikan menara di atas pondasi yang terdiri dari plat beton yang didukung oleh pipa-pipa beton di bawahnya. Pipa dan plat itu melekat secara monolit (bersatu), dan mencengkeram tanah lembek secara meyakinkan.

Oleh Sedijatmo, hasil temuannya itu diberi nama sistem pondasi cakar ayam. Menara tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya, dan tetap kokoh berdiri di daerah Ancol yang sekarang sudah menjadi ka wasan industri. Bagi daerah yang bertanah lembek, pondasi cakar ayam tidak hanya cocok untuk mendirikan gedung, tapi juga untuk membuat jalan dan landasan. Satu keuntungan lagi, sistem ini tidak memerlukan sistem drainase dan sambungan kembang susut. (wikipedia.org)

7. Pesawat N 250

Pesawat N-250 adalah pesawat regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia, PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN.

Pesawat ini merupakan primadona IPTN dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Rencananya program N-250 akan dibangun kembali oleh B.J. Habibie setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan perubahan di Indonesia yang dianggap demokratis. Namun untuk mengurangi biaya produksi dan meningkatkan daya saing harga di pasar internasional, beberapa performa yang dimilikinya dikurangi seperti penurunan kapasitas mesin,dan direncanakan dihilangkannya Sistem fly-by wire.

Pertimbangan B.J. Habibie untuk memproduksi pesawat itu (sekalipun sekarang dia bukan direktur IPTN) adalah diantaranya karena salah satu pesawat saingannya Fokker F-50 sudah tidak diproduksi lagi sejak keluaran perdananya 1985, karena perusahaan industrinya, Fokker Aviation di Belanda dinyatakan gulung tikar pada tahun 1996. (Wikipedia.Org)

8. Teori Crack Progression Oleh BJ Habibie

Kulit luarnya bisa saja terlihat halus mulus tanpa cacat. Tapi siapa tahu, sisi dalamnya keropos. Ketidakpastian inilah yang dihadapi industri pesawat terbang sampai 40 tahun lalu. Pemakai dan produsen sama-sama tidak tahu persis, sejauh mana bodi pesawat terbang masih andal dioperasikan. Akibatnya memang bisa fatal. Pada awal 1960-an, musibah pesawat terbang masih sering terjadi karena kerusakan konstruksi yang tak terdeteksi. Kelelahan (fatique) pada bodi masih sulit dideteksi dengan keterbatasan perkakas. Belum ada pemindai dengan sensor laser yang didukung unit pengolah data komputer, untuk mengatasi persoalan rawan ini.

Titik rawan kelelahan ini biasanya pada sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang atau antara sayap dan dudukan mesin. Elemen inilah yang mengalami guncangan keras dan terus-menerus, baik ketika tubuhnya lepas landas maupun mendarat. Ketika lepas landas, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Ketika menyentuh landasan, bagian ini pula yang menanggung empasan tubuh pesawat. Kelelahan logam pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (crack).

Titik rambat, yang kadang mulai dari ukuran 0,005 milimeter itu terus merambat. Semakin hari kian memanjang dan bercabang-cabang. Kalau tidak terdeteksi, taruhannya mahal, karena sayap bisa sontak patah saat pesawat tinggal landas. Dunia penerbangan tentu amat peduli, apalagi saat itu pula mesin-mesin pesawat mulai berganti dari propeller ke jet. Potensi fatique makin besar.

Pada saat itulah muncul anak muda jenius yang mencoba menawarkan solusi. Usianya baru 32 tahun. Postur tubuhnya kecil namun pembawaannya sangat enerjik. Dialah Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie, laki-laki kelahiran Pare-pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936.

Habibie-lah yang kemudian menemukan bagaimana rambatan titik crack itu bekerja. Perhitungannya sungguh rinci, sampai pada hitungan atomnya. Oleh dunia penerbangan, teori Habibie ini lantas dinamakan crack progression. Dari sinilah Habibie mendapat julukan sebagai Mr. Crack. Tentunya teori ini membuat pesawat lebih aman. Tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharaannya lebih mudah dan murah. (jaist.ac.jp)

9. Penemu Teknik Pemisahan Cairan dalam Kecepatan Tinggi

Prof Dr. Rahmiana Zein adalah penemu teknik kromatografi tercepat di dunia.  Keberhasilan ini diperoleh istri Prof. Dr. Edison Munaf, Pembantu Rektor II Universitas Andalas itu saat penelitian untuk disertasi doktor bidang kimia dibawah bimbingan Prof. Toyohide Takeuchi, di Universitas Gipu, Jepang pada 1998. Kromatografi memang bukan ilmu baru. Pemisahan senyawa kimia memanfaatkan interaksi antara pelarut, sampel yang akan dipisahkan, fase diam (stationary phase) dan fase bergerak (mobile phase) ini telah berkembang seabad silam. Setelah T. Swett berhasil memisahkan zat warna dedaunan tahun 1903.

 “Pisau pembedah” senyawa kimia yang cepat dan simultan ini terus berkembang ke bidang lain. Terutama ilmu kedokteran, pertanian, peternakan, biologi dan lingkungan. Izmailov dan Schaiber misalnya, pada 1938 menggunakan teknik ini untuk memisahkan senyawa lapisan tipis. Lalu Martin dan James, tahun 1952, memakainya untuk membedah senyawa gas. Namun jika sebelumnya para peneliti perlu waktu antara 1.000 dan 100 menit, adik kandung Mayor Jendral (purnawirawan) Kivlan Zein itu hanya butuh 10 menit. (Jaist.ac.jp)

10.Teori 23 Kromosom

Dr. Joe Hin Tjio, seorang ahli Cytogenetics asal Indonesia menemukan fakta bahwa kromosom manusia berjumlah 23 buah. Melalui penelitian di laboratorium Institute of Genetics of Sweden’s University of Lund, temuannya berhasil mematahkan keyakinan para ahli genetika bahwa jumlah kromosom adalah 24 buah. Ia berhasil menghitung jumlah kromosom dengan tepat setelah menyempurnakan teknik pemisahan kromosom manusia pada preparat gelas yang dikembangkan Dr. T.C. Hsu di Texas University, AS.

11.      Indonesia Menang di Kompetisi Software Dunia – 14 Juli 2009

12.     Paduan Suara Universitas Indonesia Juara di Austria – 14 Juli 2009

13.     Film Indonesia Menang di Polandia – 4 Juli 2009

14.     Di Puncak Himalaya Merah Putih Ku Kibarkan: Memory 1997 – 17 Juli 2009

15.     Tiga Pecatur Indonesia Raih Juara di Vietnam – 17 Juni 2009

16.     Indonesia Juara Umum Olimpiade Sains – 12 Juni 2009

17.     Sea Games XII: Tim Bulu Tangkis Indonesia Juara Umum – 17 Juni 2009

18.     Anak Agung Masuk Pionir Dunia – 17 Juni 2009

19.     Kalahkan Jendral Spanyol, Indonesia Juara Umum Menembak antar Komandan – 17 Juni 2009

20.     Tim Indonesia Juara Pertama Overlock Dunia – 16 Juni 2009

21.     Indonesia Juara Pertama The Asia Pscific International Humanitarian Law Moot Court Competition – 16 Juni 2009

22.     Indonesia Juara Umum Olimpiade Sains Yunior Internasional – 16 Juni 2009

23.     Indonesia Juara Umum APSSO 2008 – 16 Juni 2009

24.     Ilmuan Pelajar Tingkat Dunia, Indonesia Juara Umum – 16 Juni 2009

25.     Indonesia Jura Tersenyum sedunia – 16 Juni 2009

26.     Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Kedua di Ho Chi Minh City – 16 Juni 2009

27.     Dangdut in America – 7 Feb 2009

28.     Profesor Termuda di Amerika Serikat Ternyata WNI – 6 Sept 2008

29.     Raih 3 Emas Kazakhstan, Triyatno Buat Bangga Indonesia

30.     Yuyun Ismawati Peroleh “Nobel Lingkungan”

31.     Bali Raih Penghargaan Pulau Terbaik Asia Pasifik

32.     Dua Pemuda Indonesia Raih Penghargaan Wirausahawan di Inggris

33.     Qory Indonesia Juara MTQ Internasional

34.     Silat-Indonesia Juara Umum Kejuaraan Silat Internasional Inggris

35.     Indonesia Juara 1 Pameran Wisata Internasional

36.     Atlet Indonesia Ukir Prestasi di Spesial Olympic

37.     Eko Raih Emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior Rumania

38.     Para Penemu yang Berasal dari Indonesia

39.     Indonesia Juara Umum Kejuaraan Dunia Kempo

40.     Penyanyi Indonesia Juarai Festival New Wave di Latvia

41.     Medina dan Chelsea Juara Dunia Catur

42.     Indonesia Juara Olimpiade Komputer 2009

43.     Pelajar Indonesia Juara Dunia GEC 2009

44.     Mahasiswa Indonesia Menjuarai Kompetisi Coding Dunia

45.     Indonesia Juarai Olahraga ASEAN di Jenewa Ketiga Kalinya

46.     Tim Kalingga UGM Juarai Kompetisi Internasional “Trust By Danone”

47.     Indonesia Raih Medali Olimpiade Informatika Internasional

48.     Indonesia Juarai Olimpiade Biologi Internasional

49.     Siswa SMKN Jadi Trainer Asia, Korupsi Masuk Kurikulum

50.     Prof. DR. Ken Kawan Soetanto-Peraih 4 Doktor dan 41 Paten di Jepang

51.     Johny Setiawan, Ph.D – Penemu Planet Pertama dan Bintang Muda

52.     Prof.Dr.Ing. BJ Habibi – 46 Paten Aeronetika

53.     Sejarah Dua Cockpit Dipelopori oleh Orang Indonesia – 15 Okt 2010

54.     Indonesia Capai 7 Summits – 3 agustus 2011

55.     Kunto Pecahkan Rekor Dunia Penggebuk Drum Terlama – 1 Jan 2012

56.     Triawati Octavia (18), anak pasangan pegawai negeri sipil dari Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, ditawari beasiswa dari beberapa institusi setelah meraih nilai UN SMA tertinggi se-Indonesia tahun 2012. Bidang kesehatan dan pelayanan publik menarik minat anak bungsu dari tiga bersaudara ini. Ia terinspirasi sosok ibunya, Uhintawati (52), yang bekerja sebagai bidan. Gadis remaja ini tak pernah berhenti berucap syukur. Ia menyadari gaji dari ayahnya, Syahrul Arifin (54), sebagai pegawai kantor kecamatan berpangkat III/D amat mustahil untuk menutup biaya kuliah kelak.

  1. Novi Wulandari (18), siswa SMA Negeri 2 Lamongan, Jawa Timur, yang meraih nilai UN SMA tertinggi kedua nasional. Prestasi itu seolah menebus kasih sayang ibunya, Sepi Setyawati (42), yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan upah Rp 500.000 per bulan. Hanya dengan beasiswa ia kelak meraih cita-cita. Biaya kuliah dari penghasilan sang ayah, Mohammad Mustakim (45), sebagai penjaga toko sandal di Pasar Lamongan ibarat langit dan bumi. Upah ayahnya cuma Rp 750.000 per bulan
    Novi kini bertekad tembus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga atau Statistik Institut Teknologi Sepuluh Nopember 1945 Surabaya.
  2. Purwaningsih (18). Rasa bangga menjadi lulusan terbaik SMA Negeri 2 Makassar, Sulawesi Selatan, berlipat setelah ia diterima masuk Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui jalur undangan.
    Putri pasangan Patimbangi dan Siti Rohani itu memeluk erat kedua orangtuanya seusai mengucap syukur. Ayah Purni hanya pedagang kecil di Pusat (Grosir) Butung, Makassar. Sang ibu bekerja sebagai penjahit yang menerima pesanan dari warga sekitar rumahnya di kawasan Tanjung Palette.
    Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Makassar Herman Hading, sejak kelas X nilai Purni tidak pernah di bawah 8.  Herman tak terkejut ketika akhirnya Purni menjadi siswa pertama dari sekolahnya yang diterima di Fakultas Kedokteran Unhas sejak lima tahun terakhir.
  3. Andi Noer Aeni Machmud (18). Teman sekelas Purni itu diterima di Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian, Bogor, melalui jalur undangan. Hal itu berkat konsistensinya menempati peringkat lima besar sejak kelas X.
    Aeni telah ditinggal mati sang ayah, Ardin Mahmud, sejak ia duduk di kelas III SD. Ibunya, Normawati, mengajar di SD Negeri Sangir, Makassar.
  4. Kevin Derrian Firdaus, siswa kelas XI Akselerasi SMA Al Masoem, berhasil meraih Silver Medals Secondary kategori Indoor Aerial Robot & Special Award kategori Robot Run dalam Kompetisi Robot pada International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) 2012, yang digelar di National Science Centre, Kuala Lumpur, Malaysia, 24-27 Mei lalu.
    Dalam kategori Indoor Aerial Robot ini, Kevin mampu menerbangkan robot melalui berbagai rintangan. Robot terbang dengan menggunakan quadcopter atau empat baling-baling yang dikendalikan dengan remote melalui perangkat berbasis Windows 7, iOS, atau Android via koneksi WiFi.
  5. Tiga anggota Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), yaitu Evan Laksono dari SMAK IPEKA Tomang Jakarta meraih emas, Erwin Handoko Tanin dari SMA Sutomo 1 Medan dan Limiardi Eka Sancerio dari SMAK Penabur Gading Serpong Tangerang meraih gelar kehormatan Honorable Mention dalam ajang 12th Asian Physics Olimpiad (APhO) yang diselenggarakan di Tel Aviv, Israel pada bulan Mei 2011 lalu.
  6. Jessica Lo dari SMAK Cita Hati Surabaya berhasil meraih medali emas dalam bidang Environmental Science. Luthfi Mu’awan dari SMAN 1 Purwareja dan Christy Hong dari SMA St. Laurensia Tangerang meraih medali perak dalam bidang Environmental Science dan Life Science. Sedangkan Ninda Frisky dan Annisa Fitriani dari SMAN 1 Yogyakarta serta Christa Lorenzia Soesanto dari SMP St. Laurensia Tangerang meraih medali perunggu di ajang 18th International Conference of Young Scientist (ICYS) di Moscow, Rusia pada tahun 2011 lalu.
  7. Zihrama Afdi dan Hermawan Maulana, siswa SMAN 3 Semarang, Jawa Tengah, mengharumkan nama bangsa dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Bangkok, Thailand, 28–30 Juni 2012. Mereka menyabet medali emas melalui alat yang mereka ciptakan, Thunder Box (T-Box), yang berfungsi untuk mengurai asap rokok.
    Melalui alat tersebut, kandungan-kandungan atau zat berbahaya dalam asap rokok dapat direduksi. Alat ini dapat difungsikan di ruang khusus untuk merokok (smoking room). T-Box mampu menyerap gas karbondioksida (CO2) yang ada pada smoking room, kemudian menguraikannya menjadi karbon dan oksigen.
  8. Dafina Balqis, Diah Ayu Vivit Nurfaidah, dan Muhammad Teguh Kurniawan, siswa SMA Muhammadiyah 1 Babat, Lamongan, Jawa Timur, sukses mendaur ulang kotoran kuda menjadi kertas tulis.
  9. Winna Eka Oktavia, Efa Fazriyah Haryono dan Marwah Zairah, siswa SMA Malinping, Banten, memanfaatkan limbah jerami padi untuk bahan kertas. Kertas tersebut selain menjadi alternatif dari penebangan pohon untuk pembuatan kertas, kertas yang dibuat dari limbah jerami ini juga anti rayap.
  10. Muhammad Luthfi Nurfakhri, siswa kelas XI jurusan IPA, SMAN 1 Bogor, Jawa Barat, mampu mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Luthfi berhasil menemukan “Digital Leaf Color Chart”. Sebuah alat bersensor ganda yang digadang-gadang memiliki obyektivitas tinggi antara penggunaan pupuk dengan hasil tanaman padi.
  11. Nurul Inayah dan Nando Novia, siswa kelas XI jurusan IPA SMA Negeri 10 Kota Malang, berhasil mengubah air kencing jadi bahan bakar alternatif. Dari hasil penemuannya, mereka mampu meraih medali emas di ajang kompetisi International Young Inventors Project Olympiad (IYIPO) ke 6 di Georgia.
  12. Kreativitas siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Singosari, Malang, patut dicontoh. Di tengah keterbatasan peralatan praktik di laboratorium sekolah, sepuluh siswa kelas 12 SMKN 1 Singosari Program Ototronik (Otomotif dan Elektronik) berhasil menciptakan lima mobil buatan anak negeri. Karya besar itu terdiri dua jenis, yakni mobil double cabin dan sport utility vehicle (SUV). Dari lima mobil yang diberi merek Esemka, dua varian disebut Rajawali, dan sisanya Digdaya.
  13. Anak-anak SMK Negeri 2 Langsa, Aceh, membuat alat yang bisa mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan, dengan bimbingan dari sang kepala sekolah, Makmur Lingga. Alat yang dapat mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan bermotor tersebut diberi nama WaVe++SMK. WaVe merupakan singkatan dari Water as a Vehicle’s Fuel, mengacu pada fungsi alat tersebut yang menjadikan air sebagai bahan bakar. Nama SMK sengaja dilekatkan pada alat ini sebagai bentuk apresiasi kepada SMKN 2 Langsa sebagai institusi yang telah mengembangkan dan merakit alat tersebut.
    WaVe++SMK terdiri dari 5 komponen yakni generator gas, filter, kontrol elektrik, tangki air, dan pengaturan tegangan. Bahan-bahan utama pembuat alat itu adalah stainless steel.

Masih banyak lagi prestasi-prestasi yang telah dicapai oleh generasi muda Indonesia. Dan ingatkah kalian dengan kutipan ini :

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. (Bung Karno)

Jangan sia-siakan perjuangan pahlawan kita yang telah gugur. Karena masa depan kita berada ditangan kita sendiri. Ayo bangkit pemuda indonesia..!!! buat inofasi baru yang bisa menguncangkan dunia.

Referensi :

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 763 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: