JARI TANGAN DALAM KASIH SAYANG

JARI TANGAN DALAM KASIH SAYANG

 

Assalamualaikum Wr. Wb

Alhamdulillah alhamdulillahirrabil alamin wabihi nastain waala umuriddunya wadin wassalatu wassalamu ala asrofil anbiyai walmursalin waala alihi wasohbihi ajmain. amaba’du.

Yang terhormat Ibu Entin Ratiningsih selaku guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan tak lupa juga kepada temen-teman seperjuangan yang mudah-mudahan kita semua di muliakan oleh Allah SWT. amin

Shalawat serta salam marilah kita limpah curahkan kepada junjungan nabi besar kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman zahilliyah menuju zaman terang benerang pada saat ini.

Hadirin yang saya hormati

Berdirinya saya disini, akan menyampaikan sebuah pidato yang bertema sosial dengan judul “Jari Tangan dalam Kasih sayang”.

Teman-teman, cinta dan kasih sayang merupakan dua hal yang saling melekat dalam diri setiap insan. Hidup terlahir dari kasih sayang, dan kasih sayang ada pada diri manusia. Jadi bukan hal yang aneh jika saat ini saya akan menyampaikan pidato yang berpusat pada kasih sayang.

Dan seperti apa yang kita ketahui dalam menjalani hidup ini hampir seluruh kegiatan yang kita lakukan dengan menggunakan tangan sebagai alatnya. Oleh karena itu kita semua pasti sangat membutuhkannya. Tapi pernahkah kalian berfikir mengapa jari tangan kita diciptakan dengan jari-jemari yang memiliki ukuran dan karakteristik yang berbeda-beda? Apakah ada makna dari setiap jari tersebut? 

Hadirin yang saya hormati

Saya akan memberikan gambaran makna dari jari-jamari sesuai dengan karakteristiknya yang berhubungan dengan kasih sayang.

Yang pertama adalah ibu jari, jari yang memiliki ukuran paling bulet ini, bisa dibilang ibu jari dari seluruh jari. Sikapnya bijak dan selalu menyemangati. Dengan acungan ibu jari ini bisa memberi penghargaan, penyemangat, dan prestasi dari setiap usaha yang dilakukan.

Yang kedua adalah jari telunjuk. Jari yang selalu berdiri tegak dan kaku ini sering memberikan petunjuk, entah petunjuk itu berupa perintah ataupun suruhan. Perintah yang diberikannya tampak keras dan memaksa, sehingga tidak aneh jika jari ini sedikit otoriter, karena jari ini dapat memaksa setiap  kehendaknya.

Yang ketiga adalah jari tengah. Jari yang berukuran paling panjang dan posisinya berada di tengah-tengah, membuat jari ini sedikit jauh lebih sombong dari pada jari yang lain. Sikapnya lebih sering mencemooh keadaan tanpa perlu menghargainya. Hal ini terjadi karena posisinya yang jauh dari kerendahan.

Yang keempat adalah jari manis. Jari ini menurut sebagian orang merupakan jari yang paling manis. Manis karena memberikan ikatan yang membahagiakan, lambang cnta berupa cincin sering disimpan dijari ini. Ukurannya jauh lebil ideal dibandingkan dengan jari yang lain. Tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek dan tidak juga terlalu gendut.

Dan terakhir adalah jari kelingking. Jari yang berada di posisi paling ujung ini, memiliki ukuran yang jauh lebih reamping dibandingkan dengan jari yang lain. Wakalu kadang sering tidak diperhatikan keberadaannya, jari ini sering membawa kedamaian, ikatan persahabatan dan perjanjian untuk tidak bertengkar lagi. Hal ini sering dilakukan dengan mengikat antara dua jari kelingking antar yang damai. Kesendiriannya mambawa kedamaian sendiri diantara jari-jari yang lain.

Hadirin yang saya hormati

Berkaitan dengan judul pidato saya “Jari Tangan dalam Kasih Sayang”. Saya akan mengambil satu contoh dari kelima jari tersebut yaitu jari manis. Jari yang identik dengan kasih sayang ini sering dijadikan sebagai tempat peletakkan lambang cinta berupa cincin yang bisa melambangkan pengikatan janji suci dan pengikatan kasih sayang dalam pernikahan yang mengikat dua insan.

Berkaitan dengan hal ini saya ingin mengajak kalian untuki menjadi pengamat dan berimajinasi sejenak dengan permainan yang saya akan mainkan bersama kalian. Beberapa dari kalian mungkin telah mengetahui permainan ini. Tapi ada syarat dalam permainan ini, karena permainan ini membutuhkan ketenangan kalian, setuju???

Permainan ini say beri nama “Finger In Love”

Baiklah permainan dimulai.

v  Pertama, tunjukan kedua tangan anda, kemudian jari tengah ditekuk ke dalam

v  Kemudian empat jari yang tidak ditekuk dipertemukan ujungnya

v  Cobalah untuk membuka ibu jari kalian, ibu jari mewakili orang tua, ibu jari bisa dibuka karena semua manusia mengalami sakit, atau musibah lain yang pada akhirnya akan meninggal. Dengan demikian orang tua kita akan meninggal suatu saat nanti.

v  Tutup kembali ibu jari kalian, kemudian bukalah jari telunjuk, jari ini mewakili adik dan kakak kita, mereka akan memiliki keluarga sendiri, sehingga mereka juga akan meninggalkan kita.

v  Sekarang tutup kembali jari telunjuk kalian, bukalah jari kelingking yang menunjukkan anak-anak, cepat atau lambat anak juga akan meninggalkan kita.

v  Dan selanjutnya tutup jari kelingkin anda, bukalah jari manis kalian, apakah kalian akan heran karena jari tersebut tidak bisa dibuka?  Karena jari manis mewakili suami dan istri yang saling mengkat janji dengan menaruh cincin perkawinan. Selama hidup, kalian dan pasangan kalian akan terus bersama.

Hadirin yang saya hormati

Untuk itu marilah kita bersama-sama merenung bahwa dalam hidup ini tidak ada seorangpun yang mampu hidup sendiri, sekuat dan sekaya apapun  manusia itu, pasti dalam hidupnya membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, marilah kita sayangi orang-orang yang ada disekeliling kita, terutama kedua orang tua kita. Karena tanpa mereka kita tidak akan ada didunia ini.

Marilah kita berbagi kebahagiaan, karena kehidupan tidak akan terlepas dari kasih sayang.

Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih atas perhatiannya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: