Kurangnya Kesempatan Kerja Di Indonesia

Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan, hal ini ditandai dengan jumlah pengangguran yang besar, pendapatan yang relatif rendah dan kurang merata pembangunan khususnya di desa yang tertinggal. Kondisi pengangguran  yang tinggi mengakibatkan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada. Sumber utama kemiskinan dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminalitas serta dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang.

Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak, sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan dan pendidikan anggota keluarganya.

Usaha mengatasi pengangguran bukanlah kewajiban pemerintah semata. Seluruh penduduk Indonesia diharapkan berpartisipasi untuk mengatasi masalah ini. Walau bukan hal mudah, pengangguran pasti bisa ditangani bila pemerintah dan masyarakat saling bekerja sama.

Faktor penyebab pengangguran sering diciptakan oleh diri kita sendiri. Penyebabnya pun bisa secara disengaja atau tidak. Faktor yang sering muncul dari diri kita yang menyebabkan terciptanya pengangguran dan tidak adanya lapangan kerja. Sebenarnya kesulitan lapangan kerja disebabkan oleh 2 faktor utama: faktor Pribadi dan faktor sosial ekonomi.

 

Pertama: Faktor Pribadi

Dalam hal ini penyebab terjadinya pengangguran sebagai berikut :

  1. Rasa malas dan ketergantungan pada orang lain.
  2. Cacat, sehingga tidak ada tempat bagi mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.
  3. Pendidikan Rendah, sehingga bisa menyebabkan seseorang untuk sulit mendapatkan pekerjaan.
  4. Kurangnya keterampilan
  5. Tidak mau berwirausaha, sehingga tidak bertambahnya lapangan pekerjaan yang baru.
  6. Faktor Kemiskinan
  7. Faktor Keahlian
  8. Faktor Budaya, terkadang orang yang hidupnya berkecukupan, ingin memperoleh pekerjaan yang layak. Sedangkan segala sesuatu itu harus mengalami proses yang jelas. Kebanyakan dari orang tersebut menginginkan kerja enak saja tanpa melakukan proses.
  9. Faktor Pasaran, rendahnya kualitas SDM yang kurang memenuhi standar di lapangan kerja.
  10. Pengusaha yang selalu mengejar keuntungan dengan menerapkan sistem pegawai kontrak (outsourcing).
  11. Penyediaan dan pemanfaat tenaga kerja antar daerah tidak seimbang.

Kedua: factorsosial dan ekonomi

Faktor ini merupakan penyebab utama meningkatnya pengangguran di Indonesia, di antaranya:

  1. Ketimpangan antara penawaran tenaga kerja dan kebutuhan
  2. Kebijakan Pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat
  3. Banyaknya tenaga kerja wanita

 

  • Cara mengatasi pengangguran di Indonesia

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai solusi mengatasi pengangguran di Indonesia. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan Mobilitas Tenaga kerja dan Moral. Dilakukan dengan memindahkan pekerja ke tempat kerja yang lowong dan melatih ulang keterampilannya sehingga dapat memenuhi tuntutan kualifikasi di tempat baru. Dan memindahkan industri yang padat (padat karya) ke daerah yang penganggurannya cukup parah.
  2. Pengelolahan Permintaan Masyarakat. Pemerintah dapat mengarahkan permintaan-permintaan masyarakat ke barang atau jasa yang tersedia dalam jumlah yang melimpah.
  3. Penyediaan Informasi tentang Kebutuhan Tenaga Kerja.
  4. Mendirikan tempat-tempat pelatihan keterampilan, misalnya kursus menjahit, pelatihan membuat kerajinan tangan, atau BLK (Balai Latihan Kerja) yang didirikan di banyak daerah.
  5. Sebagai antisipasi, pelajar perlu diberi pendidikan non formal/ keterampilan khusus.
  6. Mendorong majunya pendidikan
  7. Program pelatihan kerja
  8. Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan
  9. Meningkatkan program transmigasi (dari kota ke desa)
  10. Mengintensifkan program keluarga berencana
  11. Mengikuti bisnis online
  12. Dibukanya lapangan pekerjaan baru yang dapat menerima para pengangguran di wilayahnya.
  13. Memperbaiki kejiwaan, mental dan moralitas para pengangguran untuk melakukan hal yang berguna dan berdampak positif. Seperti: pembinaan mental, pengajaraan untuk taat beragama, memperbaiki karakter, memiliki kepribadian yang baik, memperbaiki kapasitas dan kualitas yang menjadikan diri diterima di lapangan pekerjaan.

Sumber :

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: