Konflik yang Terjadi di Lampung

     Konflik berupa bentrok antarwarga di Lampung Selatan yang baru lalu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masalah/konflik yang terjadi sebelumnya dan kembali terulang. Konflik tersebut tidak hanya melibatkan suku-suku yang ada di sana namun memiliki akar persoalan yang lebih dalam lagi. Kali ini, bentrok terjadi antara Etnis Lampung dari Desa Agom dan Etnis Bali di Desa Balinuraga. Bentrokan dipicu oleh pelecehan seksual yang dilakukan sekelompok pemuda dari Desa Balinuraga. Awalnya, Dua gadis dari Etnis Lampung terjatuh dari motor. Namun bukannya membantu, pemuda-pemuda itu malah melakukan pelecehan. Kerusuhan ini terus berlanjut hingga menawaskan korban jiwa. Suatu renungan di tengah peringatan Hari Sumpah Pemuda.

     Kerusuhan di Lampung bukan kali ini saja terjadi. Sudah sangat sering kita mendengar berita di media nasional mengenai kerusuhan yang terjadi. Jika kita lihat, maka hampir seluruhnya adalah kerusuhan antar etnis. Biasanya kerusuhan antara etnis Lampung-Jawa, Lampung-Sunda, Lampung-Bali ataupun Lampung-Jawa+Bali.

     Akar permasalahan di Lampung dimulai sejak puluhan tahun yang lalu. Terutama ketika dimulainya Kolonisasi Jawa di Lampung pada zaman Belanda. Kemudian program kolonisasi ini terus dilanjutkan hingga zaman kemerdekaan, kali ini istilahnya diganti dengan nama transmigrasi. Hingga kini arus pendatang pun terus mengalir deras baik karena alasan pekerjaan, pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus, atau bahkan lewat penyerobotan tanah. Sayangnya, program kolonisasi/migrasi penduduk ini dilakukan tanpa adanya pemahaman budaya lokal oleh pendatang. Akhirnya, perbedaan-perbedaan ini menimbulkan gesekan-gesekan yang terkadang menimbulkan percikan api, bahkan sampai membara antara penduduk lokal dan pendatang.

     Kerusuhan di Lampung akan selalu ada jika benih-benih kecurigaan masih tertanam antara Etnis-etnis tersebut. Apalagi sikap primodial yang makin melekat di masing-asing etnik. Sayangnya, hingga kini tidak ada usaha yang serius dari pemerintah untuk menghentikan bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan mungkin mengancam integrasi bangsa ini.

     Perbedaan akan selalu ada. Tapi menciptakan perdamaian dalam suatu harmoni yang menyejukkan tentu jauh lebih baik. Marilah kita mendeklarasikan bahwa kita  bersahabat dengan orang Jawa, Batak, Bali, Sunda, Padang, Palembang dll. Jadikan perbedaan ini sebagai pelangkap untuk mempersatukan bangsa yang tercinta ini.

 “DAMAI ITU INDAH”

Referensi :

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: