ILMU BUDAYA DASAR : BAB 3


1.      
Jelaskan pendekatan kesusastraan dalam mempelajari IBD ?

JAWABAN :

      IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities. berasal dari bahasa Inggris the humanities. lstilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi Iebih manusiawi, lebih berbudaya dan Iebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai yaitu nilai kita sebagai homo humanus.

      Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain, Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat dan sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjanahkan menjadi pengetahuan budaya.

      Hampir disetiap jaman, seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities. ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan dan bukannya formalitas nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikannya normatif.

      Karena  seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni Iebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.

      Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama karena sastra mempergunakan bahasa.  Sementara itu bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu soial, manusia mempergunakan bahasa. dengan demikian, manusia dan bahasa pada hakikatnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.

      Sastra Juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mepergunakan bahasa adalah abstraksi Cinta kasih, kebahagian, kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

      Cabang-cabang seni yang lain pala hakekatnya juga abstrak. Gerak-gerik dalam seni tari. Misalnya, masih perlu dijabarkan. Meskipun bunyi-bunyi dalam seni musik lcbih cepat dinikmati, bunyi-bunyi itu sendiri masih memerlukan penafsiran. Sebaliknya sastra adalah penafsiran itu sendiri. Meskipun didalam penafsiran itu sastra masih dapat ditafsirkan lagi.

      Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang Iebih mudah tertarik, dan dengan certa orang lebih mudah mengemukakan gagasan – gagasannya dalam bentuk yang tidak normatif. Cabang-cabang seni yang lain juga dapat menarik tanpa cerita, akan tetapi suilt bagi penciptanya mengemukakan gagasannya. Dalam musik misalnya, kata-kata penciptanya tertelan oleh melodinya.

      Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampaian nilai – nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang lain.

      IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dari MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuai budaya ( The Humanities ). Akan tetapi IBD semata – mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunkan karya sastra, misalnya Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajarkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membanwa mahasiswa untuk majadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa dan sebagainya.

      Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkai dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.

2.       Jelaskan dan sebutkan nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat karya sastra ?

JAWABAN :

a)      Karya Sastra Memberikan Kesenangan

      Keisimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu peristiwa atau kejadian yang disahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk menganal daerah atau tempat asing yang belum dikunjunginya atau yang tak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh – tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.

b)      Karya Sastra Memberikan informasi

      fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedia, dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih dari pada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.

c)       Karya Sastra Memberkan Warisan Kultural

      Karya Sastra dapat menstimuli imaginasi dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

d)      Karya Sastra memberikan keseimbangan wawasan

      Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman – pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan Lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

3.       Alasan-alasan apa saja yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD ?

JAWABAN :

Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :

a)      Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.

      Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut  “pengalaman perwakilan”. ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih menghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan pengalaman perwakilan itu sastra / puisi dapat memberikan kepada para mahasiswa mamiliki kesadaran (insight-wawasan) yang penting untuk dapat melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan tentang masyarakat.
Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendri dengan pengalaman yang dituangkan penyair dalan puisinya.

b)      Puisi dan Keinsyafan / Kesadaran Individual

      Dengan membaca puisi mahasiswa dapat diajak untuk dapt menjenguk hati / pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisinya sang penyair menunjukkan kepada pembaca bagian dalam hati manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.

c)       Puisi dan keinsyafan sosial

      Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial,  yang terlibat dalam isue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :

ð  penderitaan atas ketidak adilan

ð  pejuangan untuk kekuasaan

ð  konflik dengan sesamanya

ð  pemberontakan terhadap hukum Tuhan

      Pusi-puisi umumnya sarat akan nilai-ni1ai etika, estetika dan juga kemanusiaan. Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-pwsi adaiah cinta kasih ( yang terpaut didalannya kasih saying, cinta, kemesraan dan renungan).

4.       Jelaskan pengertian-pengertian cinta ?

JAWABAN :

      Menurut karnus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta. cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat lertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinla dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta Iebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih Iebih keluarnya; dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyala.

      Cinta memegang peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat dimasyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariatNya.

      Dalam bukunya seni mencintai, Erich Fromm menyebutkan, bahwa cinta itu terutama manberi,  bukan menerima. Dan memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalan memberi ialah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu  yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah cinta seorang ibu pada anaknya; bagimana seorang ibu dengan rasa cinta kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan tanggung jawab dalam arti benar adalah suatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam kasus hubungan ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fistik. unsur yang ketiga adalah perhatian yang berati memperlihatkan bahwa pribadi lain itu hendaknya berkembang dan membuka diri sebagaimana adanya. Yang ke 4 adalah pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. dengan ke empat unsur tersebut yaitu pengasuhan,  tanggung jawab, perhatian dan pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.

      Pengertian tentang cinta dikemukanakan juga oleh Dr. Sarlito W. Srwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Kalau janji dengan dia harus ditepati, ada uang sedikit beli oleh-oleh untuk dia. Unsur yang kedua adalah keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti bapak, Ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan : sayang dan sebagainya. Makan minum dalam satu piring-cangkir tanpa rasa risih, pinjam dan meminjam baju, saling memakai uang tanpa rasaberhutang, lidak saling menyimpan rahasia dan lain-Iainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa sayang dan seterusnya. Untuk Iebih jelasnya perhatikan gambar berikut yang menunjukkan segitiga cinta.

GAMBAR 1

      Selanjutnya Dr. Sarlito W. Sarwono mengemukakan, bahwa tidak semua unsur cinta itu sama kuatnya Kadang-kadang ada yang keterikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraannya kurang. Cinta seperti itu mengandung kesetiaan yang amat kual, kecamburuannya besar, tetapi dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman Misalnya cinta sahabat karib atau saudara sekandung yang penuh dengan keakraban. tetapi tidak ada gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada hal- hal lain dan pada partnernya.

ð  Kemesraan

      Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang. Cinta seperti itu dinarnakan cinta yang pincang, karena garis-garis unsur cintanya tidak membuat segitiga sama sisi, seperti nyata pada gambar berikut :

GAMBAR 2

      Lebih berat lagi bila salah satu unsur cinta itu tidak ada, sehingga lidak terbentuk segitiga, cinta yang demikian itu tidak sempuma, dan dapat disebutkan bukan cinta.
Selain pengertian yang dikemukakan oleh Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikemukakan oleh Dr.Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut, dan kasih sayang. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tak dapat terpisahkan dengan kehidupannya, ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin menikmatinya dwngan cara yang terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentu ia akan mempergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan mulia pula.
Didalam kitab Suci Al-Qur’an, ditemui adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cintai memiliki tiga tingkatan-tingkatan : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta tersebut diatas adalah berdasarkan firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 24 yang artinya sebgai berikut :

      ”katakanlah: jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai dari pada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalanNya, maka tunggulah sanpai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik”.

5.       Jelaskan definisi cinta menurut agama masing-masing ?

JAWABAN :

a)         Cinta diri

      cinta diri erat kaitanya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya dan mengaktualisasikan diri. pun ia mencintai segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan pada dirinya. Sebaliknya ia membenci segala sesuatu yang menghalanginya untuk hidup, berkembang dan mengaktualisasikan diri. Ia juga membenci segala sesuatu yang mendatangkan rasa sakit, penyakit dan mara bahaya. Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecendrungannya untuk menuntut segala sesuatu yang bermanfaat dan berguna  bagi dlrinya dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari segala keburukan.
Diantara gejala yang menunjukkan kecintaan manusia terhadap dirinya sendiri ialah kecintaannya yang sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginannya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup. (QS-Al-‘Adiyat,100:8).

      Diantara gejala yang lain menunjukkan kecintaan manusia pada dirinya sendiri ialah : permohonannya yang terus menerus agar dikaruniai harta, kesehatan dan berbagai kebaikkan dan kenikmatan hidup lainnya. Dan apabila ia tertimpa bencana, keburukan atau kemiskinan, ia merasa putus asa dan mengira ia tidak akan bisa memperoleh karunia lagi (QS, Fushilat, 41:49).

      Namun hendaknya cinta manusia terhadap dirinya tidaklah terlalu berlebih-lebihan dan melewati batas. Sepatutnya cinta pada diri sendiri ini diimbangi dengan cinta pada orang lain dan cinta berbuat kebajikan kepada mereka.

b)         Cinta kepada sesama manusia

      Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya. Tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendak ia menyeimbangkan cintanya itu dengan cinta dan kasih sayang pada orang-orang lain, bekerja sama dan memberikan bantuan kepada orang lain. Oleh karena itu Allah ketika memberi isyarat tentang kecintaan manusia kepada dirinya sendiri, seperti yang tampak pada keluh kesahnya apabila ia tertimpa kesusahan dan usahanya yang terus menerus untuk memperoleh kebaikan serta kebakhilannya dalam memberikan sebagian karunia yang diperolehnya, setelah itu Allah langsung memberi pujian kepada orang-orang yang berusaha untuk tidak berlebih-lebihan dalam cintanya kepada diri sendiri dan melepaskan diri dari gejala-gejala itu adalah dengan melalui iman, menegakkan shalat, memberikan zakat, bersedekah kepada orang-orang miskin dan tak punya. Dan menjauhi segala larangan Allah. Keimanan yang demikian itu akan bisa menyeimbangkan antara cintanya kepada dirinya sendiri dan cintanya kepada orang lain dan dengan demikian akan bisa merealisasikan kebaikkan individu dan masyarakat.

      Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saling cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.

c)          Cinta seksual

      Cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melestarikan kasih sayang, keserasian dan kerjasama antara suami dan istri. Ia merupakan faktor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga :

      “dan diantara tanda-tanda  kekuasan-Nya ialah dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cendrung merasa tentram kepadanya, dandijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berfikir. (QS, Ar-Rum, 30:21)

      Dorongan seksual melakukan fungsi penting yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksualah terbentuk keluarga. Dari keluarga terbentuk masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumipun menjadi ramai, bangsa-bangsa saling kenal mengenal, kebudayaan berkembang dan ilmu pengetahuan dan industri menjadi maju. Islam mengakui dorongan seksual dan tidak mengingkarinya, jelas dengan sendirinya ia mengakui pula cinta seksual yang menyertai dorongan tersebut. Sebab ia merupakan emosi alamiah dalam diri manusia yang tidak diingkari, tidak ditentang ataupun ditekannya. Yang serukan islam hanyalah mengendalikan dan penguasaan cinta ini. Lewat pemenuhan dorongan tersebut dengan cara yang sah yaitu dengan pernikahan.

d)         Cinta kebapakan

      Cinta kebapakan dalam Al-Quran diisyaratkan dalam kisah Nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya. Tanpak jelas ketika ia memanggilnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang dan belas kasihan, untuk naik keperahu agar tidak tenggelam ditelan ombak. “…dan nuh memanggil anaknya – sedang anak itu  berada ditempat yang jauh terpencil – : “hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama-sama orang yang kafir”.(QS.Yusuf,12:84).

      Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak pada anak-anaknya. Asuhan, nasihat dan pengarahan yang diberikannya pada mereka , demi kebaikkan dan kepentingan mereka sendiri.

e)      Cinta kepada Allah

      Puncak cinta manusia yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakkannya ditunjukkan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan Ridho-Nya :

      “katakanlah : “jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, Ikutilah aku, niscahya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu” Allah maha pengampun lagi maha penyayang” (QS, Ali Imran, 3:31)

f)       Cinta kepada Rasul

      Cinta kepada Rasul, yang diutus Allah sebagai Rahmah bagi seluruh alam semesta, karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dari tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainnya. Seorang mukmin yang benar-benar beriman dengan sepenuh hati mencintai Rasulullah yang telah menanggung derita dakwa islam, berjuang dengan penuh segala kesulitan sehingga islam tersebar keseluruh penjuru dunia dan membawa kemanusiaan dari kekelaman kesesatan menuju cahaya petunjuk.

 

6.       Jelaskan pengertian-pengertian dibawah ini :

a)      Kasih Sayang

b)      Kemesraan

c)       Pemujaan

d)      Belas Kasihan

JAWABAN :

a)      Kasih Sayang

      Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa indonesia karangan W.J.S Poerwadarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.

b)      Kemesraan

      Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria-wanita yang sedang diamuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.

c)       Pemujaan

      Pemujian adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya. Apa sebab itu terjadi adalah karena Tuhan pencipta alam semesta. Seperti dalam surat Al-Furqon ayat 59-60 yang menyatakan “Dia yang menciptakan langit dan bumi beserta apa-apa diantara keduanya dalam enam rangkaian masa, kemudian dia bertahta diatas singgasana-Nya. Dia maha pengasi, maka tanyakanlah kepada-Nya tentang soal-soal apa yang perlu diketahui”. Selanjutnya ayat 60, “bila dikatakan kepada mereka, sujudlah kepada Tuhan yang maha pengasih”.

d)      Belas Kasihan

      Cinta sesama diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita, cinta kepada Tuhan.

Dalam cinta sesama ini dipergunakan istilah Belas Kasihan, karena disini bukan karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaannya. Penderitaan ini mengandung arti yang luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya, dan sebagainya. Jadi kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain.

 

7.       Jelaskan pengertian dibawah ini :

a)      Keindahan

b)      Estetika

JAWABAN :

a)      Keindahan

                Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dimanapun kapanpun siapa saja dapat menikmati keindahan.

                Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan adalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah.

b)      Estetika

                Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetika. Dalam bidang filsafat, istilah nilai estetika sering kali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :

                “The believe capacity of any object to satusfy a human desire. The quality og any abject which causes it to be on interest to an individual or a group”. (kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).

                Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada suatu benda sampai terbukti ketakbenarannya.

8.       Jelaskan alasan dan tujuan para seniman keindahan ?

JAWABAN :

Berikut ini alasan / motivasi dan tujuan seniman menciptakan keindahan.

a)      Tata nilai yang telah usang

        Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan, misalnya kawin paksa, pingitan, derajat wanita lebih rendah dari pada derajat laki-laki. Tata nilai semacam ini dipandang sebagai mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat sehingga dikatakan tidak indah. Yang tidak indah harus disingkirkan dan digantikan dengan yang indah. Yang indah ialah tata nilai yang menghargai dan mengangkat martabat manusia, misalnya wanita.

        Hal ini menjadi tema para sastrawan zaman balai pustaka, dengan tujuan untuk merubah keadaan dan memperbaiki nasib kaum wanita. Sebagai contoh novel yang menggambarkan keadaan ini ialah “Layar Terkembang oleh sutan takdir alisyahbana, “Siti Nurbaya” oleh Marah Rusli.

b)      Kemerosotan Zaman

        Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral. Kemerosotan moral dapat diketahui dari tingkah laku dan perbuatan manusia yang bejad terutama dari segi kebutuhan seksual. Kebutuhan seksual ini dipenuhinya tanpa menghiraukan ketentuan-ketentuan hukum agama, dan moral masyarakat. Yang demikian itu dikatakan tidak baik, yang tidak baik itu tidak indah. Yang tidak indah itu harus disingkirkan melalui proses yang antara lain diungkapkan dalam karya seni.

c)       Penderitaan manusia

        Banyak faktor yang membuat manusia itu menderita. Tetapi yang paling menentukan ialah faktor manusia itu sendiri. Manusialah yang membuat orang menderita sebagai akibat nafsu ingin berkuasa, serakah, tidak berhati-hati dan sebagainya.

Keadaan yang demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan. Karena nilai kemanusiaan telah diabaikan, dan dikatakan tidak indah. Yang tidak indah itu harus dilenyapkan karena tidak bermanfaat bagi manusia.

d)      Keagungan Tuhan

        Keagungan Tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian-kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja keindahan ciptaan Tuhan itu. Seindah-indah tiruan terhadap ciptaan Tuhan, tidak akan menyamai ciptaan Tuhan itu sendiri.

9.       Jelaskan 3 teori renungan ?

JAWABAN :

a)      Teori Pengungkapan

        Dalil dari teori ini ialah bahwa “art is an expresssion of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalikan dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.

        Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal adalah filsuf italia Benedeto Croce (1886-1952) dalam karyanya yang telah diterjemahkan dalam bahasa inggris “aesthetic as science of expresion dan general linguistic”. Beliau antara lain menyatakan bahwa “art is expression of impression” (seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan) expression adalah sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individuil yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud berbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.

        Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tolstoi dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantara berbagai gerak, garis, warna, suara dan bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang mengalami perasaan yang sama.

b)      Teori Metafisik

        Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tinggi sebagai realita ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita duniawi sebagai contoh Plato mengemukakan ide ke-ranjang yang abadi, asli dan indah sempurna ciptaan Tuhan. Kemudian dalam dunia ini tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang merupakan ide tertinggi ke-ranjang-an itu. Dan akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga negara yang ideal menurut Plato. Seniman besar adalah seseorang yang mampu dengan perenungannya itu menembus segi-segi praktis dari benda-benda disekelilingnya dan sampai pada maknanya yang dalam, yakni memahami ide-ide dibaliknya.

c)       Teori Psikologis

        Teori-teori matafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modern menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisa dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dari seorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dari keinginan-keinginan itu.

10.   Jelaskan pengertian keserasian ?

JAWABAN :

        Keserasian berasal dari kata serasi dan dari kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, dan sesuai benar. Kata cocok, kena dan sesuai itu mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.

        Dalam pengertian perpaduan misalnya orang berpakaian harus dipadukan warnanya bagian atas dengan bagian bawah. Atau disesuaikan dengan kulitnya. Apabila cara memadu itu kurang cocok, maka akan merusak pemandangan. Sebaliknya, bila serasi benar akan membuat orang puas karenanya. Atau orang yang berkulit hitam kurang pantas bila memakai baju warna hijau, karena itu justru menggelapkan kulitnya.

        Pertentangan menghasilkan keserasian. Misalnya dalam dunia musik, pada hakekatnya irama yang mengalun itu merupakan pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek dan keras lembut.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d blogger menyukai ini: